Tim dosen Politeknik WBI melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengembangan Media dan Evaluasi Pembelajaran Digital di MIS Aisyiyah” pada 29 Januari 2026. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas guru dalam merancang media pembelajaran digital, khususnya produksi video pembelajaran sederhana, efektif, dan relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.
Kegiatan ini dipimpin oleh Indah Clara Sari, S.Kom., M.Kom, bersama Ferry Laurensius, S.E., M.Si dan Muhammad Roestian Fahmi Nasution, S.I.Kom., M.M sebagai tim pelaksana. Program dirancang dalam bentuk pelatihan dan pendampingan praktis agar guru dapat langsung menghasilkan produk pembelajaran yang siap digunakan di kelas.
Penguatan Kompetensi Guru dan Optimalisasi Canva
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi dan praktik terarah mengenai perancangan konten pembelajaran digital, mulai dari penyusunan struktur materi, penentuan gaya visual yang sesuai usia siswa, hingga teknik penyederhanaan pesan agar mudah dipahami. Tim dosen juga menekankan aspek evaluasi pembelajaran digital agar guru mampu menilai efektivitas media yang dibuat serta melakukan perbaikan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah optimalisasi pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran inovatif melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi Canva. Aplikasi ini dipilih karena mudah diakses, ramah bagi pemula, dan mendukung pembuatan materi visual maupun video pembelajaran dengan cepat.
Hasil Nyata: Video Pembelajaran Digital Siap Pakai
Melalui rangkaian pelatihan, kegiatan ini menargetkan keluaran yang terukur, yaitu produk nyata berupa video pembelajaran digital yang dapat digunakan langsung dalam proses pembelajaran di MIS Aisyiyah. Produk tersebut diharapkan menjadi awal dari bank media pembelajaran digital yang dapat dikembangkan secara konsisten oleh sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong keberlanjutan pemanfaatan media pembelajaran digital di lingkungan MIS Aisyiyah melalui praktik baik, pembiasaan, dan rencana tindak lanjut. Dengan demikian, transformasi pembelajaran tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi budaya inovasi pembelajaran.
Kontribusi terhadap SDGs
Kegiatan pengabdian ini berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) — meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran inovatif berbasis digital, sehingga kualitas proses belajar mengajar lebih efektif, menarik, dan inklusif.
- SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Inovasi dan Infrastruktur) — mendorong adopsi teknologi digital dalam ekosistem sekolah melalui pemanfaatan platform pembelajaran dan desain yang mudah diimplementasikan.
- SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) — memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan sekolah sebagai mitra strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui program pengabdian yang aplikatif dan berkelanjutan.